8 Hewan Ini Mungkin Akan Punah Di Tahun 2016

8 Hewan Ini Mungkin Akan Punah Di Tahun 2016

BERITA, Uncategorized

8 Hewan ini Mungkin Punah di Tahun 2016

Miris jika mengetahui bahwa ciptaan Tuhan ini mungkin punah pada tahun 2016. Jumlah spesies mereka hanya tinggal sedikit saja tersisa di dunia. Meskipun demikian tetap saja ada manusia yang tidak peduli dan memburu mereka.

Berikut adalah 8 Hewan Yang Mungkin Punah di Tahun 2016 :

8 Hewan Yang Mungkin Punah di Tahun 2016

Burung Macaw Biru

Burung Macaw adalah burung berukuran lumayan besar dan memiliki warna yang sangat cantik. Burung Macaw memiliki harga jual yang sangat fantastis karena kecantikannya. Harga termurah jenis burung ini mencapai 50 juta rupiah.
Burung Macaw sering diburu dan dipedagangkan. Jenis burung Macaw Biru atau Blue-Throated Macaw ini dipercaya hanya tersisa 250-300 ekor saja.

Badak Hitam

Badak Hitam

Badak Hitam / Black Rhino merupakan mamalia asli Afrika Timur dan Tengah, termasuk Kenya, Tanzania, Kamerun, Afrika Selatan, Namibia dan Zimbabwe. Walaupun namanya Badak Hitam namun warna asli badak ini adalah abu-abut-putih. Hewan ini banyak diburu untuk diambil dan dijual tanduknya. Pada tahun 2015, 1.215 hewan spesies ini diburu di negara Afrika. Spesies Badak Hitam kini berstatus kritis.

Northern Sportive Lemur

Sportif Lemur

Sportif lemur adalah lemur dari cabang yang berbeda dari pohon keluarga lemur. Mereka nocturnal dan hidup di pohon-pohon untuk sebagian besar waktu. Ketika di tanah mereka melompat bersama dengan cara yang mengingatkan kita akan kanguru. Sportive lemur hewan yang soliter dan meskipun mereka terlihat manis mereka akan melindungi wilayah mereka dengan kekerasan ketika mereka menemukan penyusup berjenis kelamin yang sama. Seperti kebanyakan spesies di sini mereka terancam akibat deforestasi dan perusakan membabi-buta oleh manusia di satu-satunya habitat mereka. Pada tahun 2013 spesies jenis ini diperkirakan hanya tersisa 13, dan kini terancam punah.

Leopard Amur

Leopard Amur

Leopard Amur adalah macan tutul paling langka di dunia, dilaporkan ada kurang dari 57 individu yang tersisa di alam liar. Dikenal juga sebagai Leopard Far-East, Leopard Manchuria, atau Leopard Korea. Di alam liar Leopard Amur hidup menyendiri dengan habitatnya yang merupakan hutan campuran (mixed forest) di mana hutan ini terancam untuk ditebang dan dibakar untuk keperluan lain. Leopard Amur (Panthera pardus orientalis) adalah subspesies macan tutul yang asli berasal dari wilayah Primorye barat daya Rusia, dan, pada 15 Februari 2012, digolongkan sebagai sangat terancam punah. Selain kehilangan habitatnya, binatang ini banyak diburu untuk diambil kulit dan tulangnya, ditambah lagi penduduk desa yang ikut juga memburu mangsanya sperti rusa dll, sehingga mempersulit kelangsungan hidup Macan tutul Leopard ini di habitatnya. Macan tutul Amur dapat dibedakan dari subspesies lain yaitu dengan mantel tebalnya. Mereka menunjukkan perbedaan terkuat dan paling konsisten dalam pola. Macan tutul Amur dari sungai, pegunungan utara-timur Cina dan semenanjung Korea memiliki mantel berwarna krem ​muda, terutama di musim dingin. Namun ada harapan, dengan sejumlah program penangkaran di tempat dan inisiatif untuk membatasi perburuan liar dan untuk mengatur populasi mangsa, kita bisa melihat kucing besar yang indah diselamatkan dari kepunahan.

Gorilla Gunung

Gorilla Gunung

Gorila pegunungan (Gorilla beringei beringei) adalah salah satu dari dua subspesies gorila timur. Terdapat dua populasi gorila pegunungan. Satu populasi dapat ditemui di Pegunungan Virunga di Afrika Tengah di dalam tiga taman nasional: Mgahinga di Uganda barat daya; Vulcans, di Rwanda barat laut; dan Virunga di Republik Demokratik Kongo. Populasi lain dapat ditemui di Taman Nasional Bwindi. Beberapa primatolog menyatakan bahwa Gorila Bwindi di Uganda mungkin merupakan subspesies yang terpisah, walaupun deskripsi terpisah masih belum selesai dibuat. Saat ini diperkirakan terdapat 880 gorila pegunungan.

Penyu Sisik

Penyu Sisik

Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) adalah jenis penyu terancam punah yang tergolong dalam familia Cheloniidae. Penyu ini adalah satu-satunya spesies dalam genusnya. Spesies ini memiliki persebaran di seluruh dunia, dengan dua subspesies terdapat di Atlantik dan Pasifik. E. imbricata imbricata adalah subspesies di Atlantik, sedangkan E. imbricata bissa adalah subspesies di wilayah Indo-Pasifik.
Penampilan penyu sisik mirip dengan penyu lainnya. Penyu ini umumnya memiliki bentuk tubuh yang datar, dengan sebuah karapaks sabagai pelindung, dan sirip menyerupai lengan yang beradaptasi untuk berenang di samudra terbuka. Perbedaan E. imbricata dari penyu lainnya yang sangat mudah dibedakan adalah paruhnya yang melengkung dengan bibir atas yang menonjol, dan tampilan pinggiran cangkangnya yang seperti gergaji. Cangkang penyu sisik dapat berubah warna, sesuai dengan temperatur air. Walaupun penyu ini menghabiskan separuh hidupnya di samudra terbuka, sesekali mereka juga mendatangi laguna yang dangkal dan terumbu karang.
Praktik memancing yang dilakukan oleh manusia menyebabkan populasi E. imbricata terancam kepunahan. World Conservation Union mengklasifikasikan penyu sisik sebagai spesies kritis. Cangkang penyu sisik adalah sumber utama dari material cangkang kura-kura yang digunakan untuk bahan dekorasi atau hiasan. Convention on International Trade in Endangered Species melarang penangkapan dan penjualan penyu sisik maupun produk-produk yang berasal darinya.

Harimau tiongkok selatan

Harimau Tiongkok Selatan

Harimau tiongkok selatan atau harimau tiongkok (bahasa Latin: Panthera tigris amoyensis) adalah subspesies harimau yang berasal dari hutan Tiongkok Selatan. Harimau tiongkok selatan merupakan spesies paling kritis dari semua subspesies harimau. Ahli menyatakan bahwa kini hanya tersisa kurang dari 20 harimau, dan dapat punah pada dekade berikutnya.
Pada November 2007, seekor harimau tiongkok selatan lahir di sebuah cagar di Afrika Selatan, menjadikannya harimau tiongkok selatan pertama yang lahir di luar Tiongkok.

Lumba-Lumba Vaquita

Lumba-Lumba Vaquita

Lumba-Lumba Vaquita adalah spesies mamalia laut yang paling terancam punah. Spesies ini sangat amat sulit sekali ditemukan. Para ahli menduga saat ini hanya tersisa sekitar 50 ekor Lumba-Lumba Vaquita di muka bumi. Penurunan populasi lumba-lumba jenis ini diduga terjadi karena manusia memburunya untuk dijadikan makanan dan obat.

8 Hewan Ini Mungkin Akan Punah Di Tahun 2016, tanpa sempat mengenalkan mereka kepada anak cucu kita nantinya. Sayang sekali ya….

Related Articles

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top

error: Content is protected !!