5 Alasan Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck Sulit Dilupakan

5 Alasan Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck Sulit Dilupakan

BERITA, Uncategorized

Anda tentu pernah mendengar tentang novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang dikarang Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA).

Meskipun novel yang menceritakan tentang kisah cinta Zainuddin dan Hayati ini hanya berupa cerita fiksi, kapal Van Der Wijck yang ada di cerita tersebut memang benar-benar ada. Dan benar-benar pernah tengelam di perairan pesisir Lamongan seperti yang diceritakan dalam novel yang diterbitkan pertama kali tahun 1939 tersebut.

5 Alasan Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck Sulit Dilupakan

BOYAQQ

Meskipun diproduksi pada tahun 2013, namun film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck masih lekat dalam ingatan. Setelah ditayangkan di SCTV, Sabtu (2/1/2016) Tenggelamnya Kapal Van der Wijck kembali dikenang. Berikut Bintang.com rangkumkan lima alasan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck layak menjadi salah satu karya terbaik anak bangsa.

5 Alasan Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck Sulit Dilupakan

 

  1. Diadaptasi dari novel sastra Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Buya Hamka. Banyak kisah film yang diadaptasi dari novel. Yang membedakan adalah, film ini diadaptasi dari novel klasik yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1938. Kalau bukan karena cerita yang menarik tentu akan ditelan oleh zaman. Tapi waktu telah membuktikan bahwa novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck selalu dicintai pembacanya.
  2. Keindahan dialog dan dialeg. Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck memiliki dialog yang indah untuk dituturkan oleh pemainnya. Budaya Minang yang diangkat dikenal sebagai budaya yang suka melantunkan kata-kata lewat pantun dan gurindam. Percampuran kebudayaan Minang dan Makassar membuat film ini lebih indah. Kita akan menyadari kekayaan bangsa Indonesia lewat bahasa daerah di film ini.
  3. Efek visual yang memikat. Karena bersetting lawas, tentu saja butuh usaha besar bagi sutradara Sunil Soraya untuk membangun setting film ini. Bahkan rumah produksi Soraya Intercine Films membuat kapal khusus untuk syuting film ini. Ditambah dengan CGI, film ini memberikan penampakan lawas yang cantik.
  4. Totalitas peran Herjunot Ali, Reza Rahadian, dan Pevita Pearce. Bagaimana bisa Anda melupakan akting ketiganya? Masing-masing memiliki kemampuan akting jempolan. Selain itu, make up dan wadrobe mereka sangat mendukung akting mereka untuk mendapatkan suasana lawas.
  5. Terakhir, yang membuat Tenggelamnya Kapal Van der Wijck menarik adalah soundtrack-nya. Soundtrack besutan Nidji begitu menyayat hati para penonton. Musik menjadi elemen terpenting dalam film ini karena musik memandu kita untuk memahami dengan lebih mudah perasaan karakter dalam film ini.

Related Articles

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Back to Top

error: Content is protected !!